HOKIBOS Blog

hokibos

Atalanta Bungkam Napoli Di San Paolo


Napoli gagal memangkas jarak dengan Juventus setelah dipermalukan sepuluh pemain Atalanta di San Paolo.

Duel antara tim papan atas Serie A Italia ini berlangsung seru, Atalanta tampil berani meski bertandang ke markas salah satu pesaing juara dalam beberapa musim terakhir, Napoli.

Bahkan, tim tamu sudah mendapat peluang ketika laga baru berjalan lima menit, setelah Conti menyambut umpan silang Spinazzola dengan tembakan yang sayangnya masih bisa diblok oleh Pepe Reina.

Gol akhirnya dipecahkan oleh Atalanta pada menit ke-28, tendangan penjuru Conti tidak bisa diantisipasi oleh lini belakang Napoli sehingga bola mengarah pada Mattia Caldara yang kemudian menanduk bola ke dalam gawang.

Skuat asuhan Maurizio Sarri bekerja keras untuk menyamakan skor sebelum turun minum, Dries Mertens mendapat dua peluang emas di menit-menit akhir, tetapi upaya pertamanya melenceng dari sasaran sebelum tendangan bebasnya ditepis dengan gemilang oleh Etrit Berisha.

Napoli yang bernafsu mengejar ketertinggalan nyaris langsung kemasukan di awal paruh kedua setelah Petagna lolos dari pengawalan lini belakang dan berhadapan dengan Reina, sayang ia kurang tenang sehingga eksekusinya bisa diamankan dengan mudah.

Partenopei terus mendominasi namun Atalanta tampak selalu berbahaya ketika berada di daerah pertahanan tuan rumah, momentum kemudian seolah beralih ke Napoli setelah lawan harus bermain dengan sepuluh pemain usai Franck Kessie mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-67.

Namun, nafsu Napoli untuk menyerang menjadi bumerang, tiga menit berselang justru Atalanta yang sukses menggandakan keunggulan. Memanfaatkan serangan balik cepat, umpan Spinazzola diselesaikan dengan voli cantik oleh Caldara untuk mencetak gol keduanya di pertandingan ini.

Atalanta terus mempertahankan keunggulan dua gol hingga pertandingan berakhir meski gawangnya sempat mendapat ancaman hebat di sisa waktu pertandingan.

Aji Santoso tak ingin nasib Arema FC di Piala Presiden 2017 ditentukan tim lain


Aji menegaskan, Arema tidak ingin menempati posisi runner-up, karena nasib mereka bisa ditentukan tim lain.

Pelatih Arema FC Aji Santoso menegaskan, bermain menyerang menjadi pilihannya demi mendapatkan kemenangan atas PS TNI pada laga pamungkas Grup 2 Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan, Kamis (16/2) sore WIB.

Arema saat ini mengumpulkan nilai empat, sama dengan Persija Jakarta, dan unggul satu poin dari Bhayangkara FC. Kemenangan menjadi syarat mutlak untuk merebut tiket perempat-final, mengingat mereka bermain lebih dulu dari kedua pesaingnya itu.

“Kami dalam kondisi yang sangat siap. Latihan kemarin hanya melakukan latihan pengondisian. Formasi siap, pemain siap, dan semua sudah siap melawan PS TNI. Beban memang ada di kami untuk lolos, tapi saya pikir kami harus bermain normal seperti dua pertadingan sebelumnya,” tegas Aji.

“Kami tidak ingin bergantung kepada hasil pertandingan tim lain, atau mencari runner-up terbaik. Kami akan menentukan sendiri nasib kami di babak penyisihan grup ini.”
“Dari awal Arema selalu menyerang. Saya tidak suka permainan bertahan. Maksudnya, ada kalanya menyerang dan ada kalanya bertahan. Tetapi istilah memperkuat pertahanan dengan bermain bertahan itu berbeda.”

Di sisi lain, bek Bagas Adi juga tidak mau beban untuk lolos menyulitkan para pemain. Bagas akan berusaha keras mengadang kecepatan striker PS TNI.

“Tidak ada beban, dan kami akan bermain normal. Pemain PS TNI sangat bagus, karena didominasi pemain muda seperti Abduh [Lestaluhu] dan Manahati [Lestusen]. Mereka adalah tim yang kuat jadi kami tidak boleh remehkan,” ucap Bagas.

Sementara itu, arsitek PS TNI Mustaqim menganggap laga terakhir melawan Arema sebagai pemanasan untuk Liga 1 2017 setelah mereka tersingkir dari Piala Presiden. Menurut Mustaqim, di PS TNI saat ini masih banyak pemain yang minim pengalaman.

“Kami memang punya dua pemain tim nasional, tetapi sisanya adalah pemain yang kurang pengalaman. Saya pikir sepakbola di Indonesia itu kualitasnya tidak terlalu jauh, namun yang membedakan adalah mental bertanding para pemain,” imbuh Mustaqim.

Kendati demikian, Mustaqim mengakui laga melawan Arema sebagai pertandingan sulit, mengingat materi pemain yang dimiliki calon lawan. Namun ia yakin bisa memperoleh kemenenagan, karena Arema dinilai masih menyimpan kelemahan yang bisa dimanfaatkan.

Perjalanan Arsenal Ke Babak 16 Besar Liga Champions


Perjalanan Arsenal Ke Babak 16 Besar Liga Champions - Jelang pertemuan Arsenal dengan Bayern Munich di 16 besar Liga Champions, mari kita tengok kembali perjalanan The Gunners di kancah termasyhur Eropa sejauh ini.

Liga Champions UEFA telah mulai menginjak babak krusial, fase gugur. Tiada ruang untuk kesalahan, tak boleh ada lagi keteledoran. Menjelang bergulirnya putaran 16 besar, mari kita menengok kembali perjalanan Arsenal melewati fase grup dan mengulas kans mereka untuk mencapai perempat-final.

PERJALANAN SEJAUH INI
Arsenal mengamankan tempat di babak 16 besar sebagai pemuncak grup setelah Paris Saint-Germain terpeleset di kandang menghadapi Ludogorets. The Gunners dua kali bermain imbang melawan sang jawara Prancis, yang bertengger di urutan teratas Grup A memasuki Matchday 6. Tetapi, hasil seri 2-2 PSG di Parc des Princes membuka kesempatan bagi laskar Arsene Wenger, yang membukukan kemenangan komprehensif 4-1 atas tuan rumah Basel untuk menyegel posisi pertama.

MOMEN TERBAIK
15 menit di Bulgaria bikin Arsenal syok, saat Ludogorets memetik keunggulan dua gol dengan cepat. The Gunners belum pernah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk meraih kemenangan dalam laga Liga Champions sejak 2009, jadi tatkala Granit Xhaka dan Olivier Giroud menyamakan skor sebelum turun minum, tak ada ekspektasi besar untuk merengkuh lebih dari satu poin. Namun, ketika waktu hanya tersisa tiga menit, Mesut Ozil menampilkan dribel istimewa yang berujung pada salah satu gol solo terindah sepanjang sejarah UCL.

TANTANGAN TERBESAR
Ujian terberat yang harus dihadapi tim pimpinan Wenger di babak grup datang saat berhadapan dengan PSG. Belanja besar-besaran PSG telah membawa mereka mencapai perempat-final UCL empat kali berturut-turut. Dalam dua pertemuan Arsenal selalu tertinggal terlebih dahulu, namun The North Londoners mampu bangkit untuk menyegel hasil imbang. Ini membuktikan staying power yang dipunyai Arsenal dan pada akhirnya dua poin melawan PSG berandil krusial untuk memastikan tempat pertama di grup.

PEMAIN BINTANG
Striker internasional Cile Alexis Sanchez terlibat langsung dalam penciptaan lima gol dalam enam pertandingan tim di fase grup (2 gol, 3 assist) dan merupakan salah satu pemain paling kreatif si seantero Eropa musim ini, konsisten menyuplai kans untuk rekan-rekannya juga mencetak gol sendiri. Performanya akan menjadi kunci untuk aspirasi Arsenal  di babak gugur UCL.

KANS KELOLOSAN
Keberhasilan Arsenal memuncaki grup untuk pertama kalinya semenjak 2012 menghidupkan harapan untuk mengakhiri rekor buruk selalu tereliminasi di putaran 16 besar dalam enam musim terakhir. Namun, hasil undian malah mempertemukan mereka dengan Bayern Munich. Arsenal tersungkur di babak ini oleh sang raksasa Jerman pada 2012/13 dan 2013/14, jadi mereka mesti mampu memupus tren negatif kontra The Bavarians demi melangkah ke delapan besar.

Perjalanan Napoli Ke Babak 16 Besar Liga Champions

Perjalanan Napoli Ke Babak 16 Besar Liga Champions - Jelang pertemuan Napoli dengan Real Madrid di 16 besar Liga Champions, mari kita tengok kembali perjalanan I Partenopei di kancah termasyhur Eropa sejauh ini.


Liga Champions UEFA telah mulai menginjak babak krusial, fase gugur. Tiada ruang untuk kesalahan, tak boleh ada lagi keteledoran. Menjelang bergulirnya putaran 16 besar, mari kita menengok kembali perjalanan Napoli melewati fase grup dan mengulas kans mereka untuk mencapai perempat-final.

PERJALANAN SEJAUH INI
Sempat berada dalam posisi genting, Napoli berhasil memastikan kelolosan menuju babak 16 besar pada Matchday 6 berkat kemenangan impresif atas Benfica di Lisbon. Keunggulan 2-1 di Estadio da Luz meloloskan mereka sebagai juara grup, tetapi ini tidak menghasilkan undian menggembirakan karena Napoli harus menghadapi jawara bertahan Real Madrid.

MOMEN TERBAIK
Malam terindah dalam perjalanan Napoli sejauh ini hadir saat mereka menggelontorkan tujuh gol hanya dalam tempo tujuh menit untuk meraup kemenangan spektakuler 4-2 melawan Benfica. Memimpin satu gol pada half-time, keran gol Napoli mengucur deras di awal babak kedua, dimulai pada menit ke-51 dengan Dries Mertens mengemas dwigol yang mengapit satu konversi penalti Arkadiusz Milik untuk membawa tuan rumah memegang keunggulan empat gol sebelum Benfica mengurangi defisit.

TANTANGAN TERBESAR
Dukungan fanatik publik tuan rumah menjadikan San Paolo salah satu arena paling angker untuk kubu tamu di kompetisi UEFA, namun pelatih Maurizio Sarri menyadari timnya harus memperbaiki performa tandang bila ingin menikmati kampanye UCL yang produktif. Sepasang kemenangan di Lisbon dan Kiev menunjukkan Napoli telah banyak meningkat.

PEMAIN BINTANG
Cedera lutut serius yang menimpa Milik dalam tugas internasional dengan Polandia pada Oktober tampak mengancam keseluruhan kampanye Napoli musim ini, namun itu justru membuka pintu untuk kemunculan pahlawan baru di Naples. Mertens yang sejatinya seorang winger digeser ke posisi sentral untuk mengkover tempat Milik dan ia seakan tak bisa berhenti mencetak gol, bertransformasi dari talenta yang nyaris terpinggirkan menjadi salah satu penampil paling on form di sepakbola dunia saat ini. Mertens tampil sebagai topskor klub di UCL musim ini dengan empat gol, dan Naples memiliki raja baru.

KANS KELOLOSAN
Jarang sekali keberhasilan memuncaki grup malah memasangkan Anda dengan juara bertahan, terlebih lagi juara bertahan tersebut Real Madrid, namun itulah yang persis dialami Napoli. Pasukan Sarri mempunyai tantangan sulit untuk mencapai perempat-final, meskipun Real Madrid tanpa diperkuat Gareth Bale yang terlilit cedera. Penampilan bagus di ibu kota Spanyol akan vital untuk kans Napoli. Bila memetik hasil positif di sana, Napoli bisa mengandalkan keangkeran San Paolo untuk mengeliminasi sang kampiun bertahan.